Kamis, 10 November 2011

AKU RINDU

Aku rindu nyawa yang bergetar di ruang dada yang paling dalam ketika tatap matamu menikam

Aku rindu letupan-letupan kecil pada bilik jantung, karna sapaanmu yang kerap membuat tersanjung

Aku rindu berbicara pada debaranmu yang jujur saat peluk Kita melebur

Aku rindu lingkar jemarimu yang hangat sewaktu jarak terkadang dirasa membuat penat

Aku rindu nafasku yang memburu tiap Kita mengikat janji akan bertemu
Serupa lingkar senja, Kau membuatku terpesona

Diamlah sebentar saja, ada hati Kita, biarkan mereka memenuhi titahnya

Aku merasa Kita pernah bertemu di kehidupan sebelumnya, Kau memakai baju merah, lalu Kita berbicara tanpa jeda, hingga Ayah memanggilku dari beranda

Ada haru yang tiba-tiba menyeru tiap Aku mengeja namamu. Entah Aku yang sedang pilu atau Kau yang memang pantas untuk dirindu

Perlu Kau tahu, keningku lumpuh karna lelah memikul rindu sebuah hangat dari kecupmu

Jangan diam, rindu ini menuntut tuk diredamagar tak sampai pada sudut hati yang temaram

Paling tidak, saat ini Kita tak pernah lupa saling mnyematkan nama, lewat sebaris doa

Pada waktunya, punggung tanganmu akan menjadi tempat dimana Aku mengecupkan kesetiaanku sesaat setelah Kau menjadi imamku

Dan satu waktu nanti, saat Kau tak lagi sanggup menggendongku, dengan sigap Aku akan menggandengmu




KAU DAN HUJAN

Saat hujan, beberapa kenangan saling bertabrakan

Rintik tetap jatuh ke bumi, serupa rindu yang terus menghantui

Serupa rintik hujan, Kau memang sengaja diturunkan Tuhan agar Aku tak kesepian

Aku ingin Kita bermain di halaman. Berlarian di tengah hujan. Tanpa sadar saling berpelukan
Bagimu, Kucuri selingkar cahaya pada ujung senja. Aku ingin Kau tampak merona

Bagimu, Kutampik gemuruh badai. Aku takut Kau hilang dan memuai

Bagimu, Kutelanjangi hutan yang ganas. Kau kan Kudekap hingga terakhirku bernafas

Bagimu, Kuuntaikan pelangi pada lenggokmu yang wangi. Jangan lagi Kau bermain sepi

Bagimu, Kutuang bergelas air mata kala Kau dahaga sebab rindu belum mampu bermuara

Bagimu, Kutembaki puluhan gemintang sebelum kusemayamkan di pusara hatimu, Sayang...

DAUN DAN EMBUN

Kamu serupa embun yang menetes pada permukaan daun, sedang Aku adalah akar yang setia menunggumu turun

Sengaja kutitipkan rindu yang mengepung lewat penghujung daun yang sedang berkabung

Karena serupa daun, rindu yang tampak subur pada akhirnya akan gugur ketika peluk Kita melebur

Dan pada kehidupan berikutnya Aku kan memilih menjadi daun yang tiap pagi selalu dicumbu embun

Rabu, 19 Oktober 2011

Cintai Aku secara sederhana, seperti kerlipan mata saat Engkau tertawa

Cintai Aku secara sederhana, layaknya daun yang menyentuh tanah basah diwaktu angin menerpa

Cintai Aku secara sederhana, serupa riak pantai yang tak ragu menyentuh karang dalam naungan bintang

Cintai Aku secara sederhana, ibarat lengkungan pelangi yang mampu mewarnai hati

Cintai Aku secara sederhana, seumpama paduan gula dan kopi yang Kau teguk setiap pagi

Cintai Aku secara sederhana, laksana gerimis yang selalu mencumbu bumi dengan manis

Cintai Aku secara sederhana, bagai langit sore yang tampak berwajah orange

Jumat, 14 Oktober 2011

UNTUK DIA

Tuhan, jaga Dia yang tiap kali merengkuh air mata kala mengeja namaku dalam doa

Tuhan, lindungi Dia yang tak lelah menyeka keringat hanya agar Aku bergelimpahan nikmat

Tuhan, tuntun Dia yang tak nyenyak di tiap malam khawatir Aku redup dalam temaram

Tuhan, bantu Dia yang bersakit dengan rela demi melihatku bahagia

Tuhan, terangi Dia yang selalu gelisah begitu tahu Aku belum menjejakkan kaki di beranda rumah

Tuhan, rangkul Dia yang terkadang terluka jika mendengar nadaku berduka

Sabtu, 01 Oktober 2011

Lewat hujan, Aku merengkuh setangkup kebahagiaan yang terpantul dari sebuah cermin kenangan

Hujan itu adalah Kamu, yang sengaja diturunkan Tuhan mengetuk atap rumahku untuk menyulikku dari kubangan bosan

Kau adalah rintik yang menggema dalam hujan, sedang Aku genangan air di halaman

Saat hujan, Aku pernah berlama lama duduk di bawah jendela menunggu embun mengecup kaca, agar Aku bisa menuliskan namamu di sana

Anggap saja Aku ada di sampingmu, mengaduk gula di ceruk kopimu dan pergi begitu saja dengan meninggalkan kecup di cangkirmu

Cepat temui Aku sebelum rintik terakhir badai, sebelum kecupku di cangkirmu memuai

Cukup tau saja, kini Kamu menjelma samudera hitam, tempat rinduku karam

Senin, 27 Juni 2011

MERINDUI FAVORITKU

Tempat makan favorit : di depan tivi, di rumah

Bau favorit : Bau tembakau yg menempel di ujung jari jari Bapak

Dosa favorit : Pura pura masuk angin, biar dipijitin sama Ibuk

Kegiatan favorit : di kamar, berdua sama Mbak, mulai ghibah sampe larut malam

Pertanyaan favorit : Ketika Kakak menanyakan "Siapa pacar kamu sekarang?"

Dan Saya merindukan semua hal hal favorit di atas

Minggu, 19 Juni 2011

Selamat malam pemirsa...
Kali ini Saya ingin mengingatkan dan menghimbau, khususnya kepada kaum perempuan untuk berhati-hati. Berhati-hati dalam hal apa?? Berhati hatilah terhadap kaum EKSHIBISIONISME atau bahasa awamnya adalah penyimpangan seks yg senang memperlihatkan alat vital/alat kelamin kepada orang lain. Biasanya, penderita ini akan suka atau terangsang jika orang lain takjub, terkejut, takut, jijik, dsb.

Mengapa tiba-tiba Saya membahas masalah ini?? Karena eh karena, barusan Saya menjadi korban, pemirsa. Ini bukan kali pertama. Sekitar beberapa tahun silam, sewaktu Saya duduk di bangku sekolah menengah, Saya juga pernah mengalami kejadian serupa. Dan dr pengalaman Saya ini, dapat disimpulkan kalau mereka ini tidak memiliki ciri khusus, dan tidak bisa diprediksi. Dan yg barusan memperlihatkan 'barang'nya ke Saya itu anak muda loh. Kira kira seumur Saya, dan tampan. Sayang sekali yah...

Tips dari Saya, jika tiba-tiba sewaktu Anda berjalan sendirian dan secara tidak sengaja bertemu seseorang yg tiba tiba memamerkan 'barang'nya, hal yg harus Anda lakukan adalah teriak aja sekenceng kencengnya. Kemungkinan besar mereka akan panik. Mudah mudahan karena panik dan tergesa gesa nutup resleting celananya, 'barang'nya kejepit.

Sekian laporan dari Saya, selamat malam, salam olahraga..

Jumat, 17 Juni 2011

Terbunuh Rindu

Hei Kamu... 

Apa yg Kau sembunyikan di belakangku?? Apa yg Kau janjikan pada hatiku?? Bahkan, Dia masih saja terus merinduimu

Aku benci saat harus mengingatmu, saat kau muncul dan menjelajahi setiap labirin di otakku 

Cukup Kau tau, Aku muak padamu!! Silabus hatiku hanya dipenuhi oleh namamu... 

Aku tak bisa lagi menyeru... AKU LUMPUH!!! Terkepung oleh rindu

Haruskah aku yg mengarah kepadamu, hanya untuk memetamorfosiskan seonggok rindu, agar dia terbang dan tak menghantuiku?? 

Atau mungkin rindu ini harus ku pecahkan. Lalu akan kuhunuskan serpihannya tepat di tempat dimana namamu bersemayam. JANTUNGKU



Senin, 13 Juni 2011

Surat Untuk Kalian, Sumber Kasih Sayang

Pak.. Buk..
Sekarang Saya baik baik saja. Lebih baik, malah. Saya sehat. Saya bahagia. Maaf kalau Saya jarang memberi kabar. Maaf kalau Saya malas menelepon kalau tidak Ibu yg menelepon duluan. Saya cuma tidak ingin terlihat manja dimata Kalian. Saya tidak ingin Kalian tahu kalau Saya meneteskan air mata saat di akhir telepon, Ibu selalu bilang "yang kuat ya, Dek". Apakah Saya terlihat lemah?? Ya, Saya tak pandai berpura pura di depan Kalian.

Pak.. Buk..
Sedang apa Kalian?? Biar Saya tebak. Kalian pasti sedang di ruang tengah, menonton sinetron alay, dan sibuk berkomentar. Ah.. Saya rindu. Sangat. Saya ingin berada disitu, tidur di tengah tengah kalian. Sesekali iseng mengganti channel TV, dan Bapak akan sangat marah kepada Saya. Saya rindu amarah Kalian. Sangat.

Pak.. Buk..
Mungkin saat ini Saya sedang diberi hukuman. Dulu, selama Saya berada dekat Kalian, Saya terlalu sibuk dengan dunia Saya. Justru Saya sibuk mengirimkan sms ke pacar "sudah makan??" dan tanpa pernah perduli apakah Kalian di luar sana sudah menyuapkan nasi ke mulut Kalian. Dulu, bibir lebih banyak mengucap "sayang" ke pacar, sedangkan menyapa Kalian pun sepertinya Saya enggan.

Pak.. Buk..
Dulu hubungan Kita buruk. Amat buruk. Saya lebih senang menghabiskan waktu, berbagi cerita kepada teman teman, daripada dengan Kalian. Tanpa Saya sadari, bahwa Kalianlah teman terbaik, tempat berbagi yg paling baik. 

Pak.. Buk..
Memang ini terdengar klise. Tapi ini tulus. Saya merindukan Kalian. Saya merindukan ketika Ibu mengompres kepala Saya saat Saya demam, dan Saya juga merindukan ketika keluar kampus, Saya melihat Bapak di ujung sana telah siap menjemput Saya.

Pak.. Buk..
Terimakasih. Do'a Kalian adalah suplemen bagi Saya. Senyum Kalian adalah Nyawa Saya. Sekali lagi, Saya baik baik saja. 




Sembah Sujud,



Anakmu Sing Ayu Dewe



Kamis, 09 Juni 2011

Pantang keluar rumah tanpa eyeliner!!!!

Yak..!! Judul di atas adalah prinsip hidup saya sekarang, Sedara sedara. Kenapa bisa begitu?? Karena eh karena, saya ketagihan dandan. Beneran deh, kalo kamu cewek, males dandan, kamu coba deh seenggaknya sekaliiiii aja make up. Pasti bakal ketagihan. Satu lagi, dgn belajar make up, kita bisa tau dimana letak kelebihan dan kekurangan kita. Mana yg harus ditonjolin dan mana yg harus sedikit ditutupin.

Dulu, saya ini adalah wanita yg semalas malasnya orang pemalas yg kemalas malasan. Kalo mau kerja, ya paling banter bedakan. Nah, setelah coba belajar make up sendiri dan ternyata seru, eh sekarang alat make up saya lengkap bok!!

Nah, yg paling saya suka dr bagian di wajah saya itu adalah mata. Jadi, yg paling saya tonjolin kl lg make up itu, hidung (lhaaa, gak nyambung).hehehe, mata maksud saya. Karena kata orang, mata itu adalah jendela dunia dan jatuh cinta sering terjadi pada pandangan pertama, jadi Hai Kaum Perempuan, buatlah mata kalian secantik mungkin (ini teori saya sendiri sih).

Dan, untuk mempertajam mata saya, saya gunakan sebuah benda yg kecil mungil tapi penting bagi kemaslahatan hidup saya, YAITUUUU....eyeliner. Yup, eyeliner ini walaupun kecil, tapi efeknya gede bok!! Dulu saya paling gak bisa mengaplikasikannya di mata saya. Bukan apa apa, pas pertama nyoba, rasanya perih banget. Tapi setelah terbiasa, sekarang sih nyantai nyantai aja. Bahkan dlm 5 menit saja, saya bisa mempercantik tatanan mata saya menjadi seperti ini : 

                                SEBELUM


                                    SESUDAH


Gimana Ladies?? Mau mencoba?? Kalo mau, beli eyelinernya sama saya aja yah, murah kok, banyak pilihan, dikasih diskon deh (laaahhh...modus dagang ternyata).


Selasa, 07 Juni 2011

Entah sihir apa yg kau punya, hingga kau sangat mempesona
Ketika mengubah hitamku menjadi nyaris berwarna
Dan mengubah gelapku menjadi tampak bercahaya

JANGAN..!! Jangan coba mengikutiku bila kau tak ingin diburu rindu
Cukuplah kau tau, hatiku telah terkotori dgn seruas namamu
Dan itu sulit terhapus sekalipun kau menghujamku dgn beribu peluru

Kadang aku mengirimkan selaksa rindu dlm jalinan mayapada
Berharap suatu saat kau dpt menterjemahkannya dlm asa
Hingga akhirnya kita melebur dlm satu jalinan ukhuwah yg nyata

Sekalipun kau menguraikannya menjadi substansi substansi
Tetap cinta ini tak kan pernah terdefinisi
Sebab Dia sendiri yg memilih tuk bertepi

Temui aku malam ini, di sudut ruang mimpi
Untuk  menautkan hati yg saling didekap sepi
Sampai akhirnya nanti kita kan menyamakan kaki menuju reality

Jumat, 03 Juni 2011

CERITA LALU

GOOD NAIT EPERIBODEEHHH....MANA SUARANYAAAA...!!! *hening*

Maap yah, dateng dateng sok asik gini. Lagi ngapain kamu?? Oh, kl saya baru saja menghabiskan satu mangkok Indomie Kari Ayam. Tapi, kalo kamu mengharapkan sekarang saya bakal cerita proses pembuatan Indomie, atau berapa omset yg didapat pabrik Indomie setahun, itu salah besar Sodara Sodara. Karena di dlm keadaan perut yg lg kenyang gini saya akan flashback ke beberapa tahun lalu, saat saya masih unyu (sekarang juga masih loh) #pose. Yak, mari kita berbicara ttg masa kecil. Kalo LHO gak mau sih gakpapa, ini kan blog GUWEH, terserah GUWEH donk mau posting apa!! (maap, yg punya akun lagi PMS, kalo agak jutek diterima aja, itu sudah bagian dari takdir kalian)

Jadi, waktu masih kecil, saya itu diasuh sama Mbah (nenek/kakek) saya. Deket banget sama mereka. Tapi, walaupun saya dididik dlm tradisi Jawa, nyatanya tdk membuat saya jd sesosok putri Solo yg anggun yah (oke, abaikan ini). Mbah Kakung dan Mbah Putri saya ini galak tapi ngangenin loh. Mau tau ceritanya...??Hmm.. kasih tau gak yahh... *ditabok massa*

Kita mulai dari Mbah Putri dulu ya ceman ceman. Satu hal yg paling gak disukai Mbah Putri adalah ketawa ngakak (ini untuk anak perempuan yah). Pokoknya, kalo di depan Mbah Putri, jangan pernah coba coba ngakak deh. Pokoknya JANGAN!!! Soalnya Beliau pasti bakalan ngomel. Katanya, anak perempuan itu gak pantes mangap2 sampe centilan yg di pangkal tenggorokan-yang-saya-gak-tau-apa-namanya itu keliatan. Kalo bahasa Jawanya "Ora Ilo". Tapi dasar saya emang (agak) bandel, setiap kelepasan ngakak, dan diomelin, saya selalu jawab "Mbah ribet ah, aku kan buka Putri Solo". Dan Mbah Putri bertambah murka, dan bersambunglah itu omelannya sampai session 7 dan session Ramadhan (Lu kira Cintra Fitri, Nyet).

Nah, kalo Mbah Kakung beda lagi. Orangnya perfeksionis abeezz.. Satu lagi, semua harus tepat waktu. Mandi, sarapan, ampe ngiket tali sepatu aja kita dikasih batesan waktu. BAYANGIN COBAK!!! Tapi ada bagusnya juga loh. Dengan dr kecil udah dilatih begitu, sekarang saya jadi terbiasa disiplin dan ngerjain sesuatu cepet, gak kelemar kelemer. Mandi bisa cepet, makan cepet, sampe pacaran pun cepet, cepet putus maksudnya (sempet sempetnya curcol). Yang paling gak tahan dr Mbah Kakung itu, kemana2 selalu bawa rotan. Jadi tiap ada cucunya yg bandel tinggal disabet *cetaaarr*. Jangan tanya gimana rasanya, perih, Jendraall...!!!

Itulah sekelumit kisah masa kecil saya yg saya habiskan bersama Mbah Kakung dan Mbah Putri. UUhh..jadi kangen. Maap yah Mbah, saya dulu bandel dan suka ngelawan (merasa berdosa). Sepurane nggeh... Dan saya cuma bisa kirim do'a Mbah, yang tenang yah disisiNya :))



Jumat, 27 Mei 2011

Sial Pangkat Tiga

OKE...aku mau cerita dikit nih sebab musabab kekesalanku pada malam hari yg agak gerimis ini. Tolong dicatet ya, aku gak mengeluh loh ini. Tapi aku cuman berbagi keluh kesah (itu mah sama aja kali nyet).

Jadi, hari ini tuh rencananya aku mau erobik di salah satu  pusat kebugaran di Bandar Lampung. Seperti biasa, aku berangkat berdua sama temen satu kos. Jadwal erobiknya itu jam 4.30 sore .Jarak antara kosan ke tempat erobiknya itu memakan waktu kurang lebih setengah jam perjalanan dgn angkot. Eh, ternyata hari ini temen pulang kerjanya agak telat. Dia baru nyampe ke kosan tepat jam 4. Jadi kebayang kan gimana buru burunya kita.

Nah, disinilah kesialan pertama bermula. Kebetulan kita dapet angkot yg supirnya itu udah uzur. Jadi angkotnya itu jalannya udah kayak keong, lambat beudh. Mana macet pula. Kesel??Ya iyalah. Pas sampe tujuan, eh bener aja, kita terlambat. Erobiknya udah mulai mennn...

Aku dan temen saling berpandangan dgn tatapan nanar

“Jadi gimana nih kita?” tanyaku
“Ya udah deh, kita ambil yg sesi berikutnya aja, kan ada yg jam 6.30. Tanggung, kita  udah nyampe sini....” jawab temen

Setelah melewati pertimbangan yg matang, dan sempat menelepon Aak Gatot untuk minta pencerahan, akhirnya kami putuskan utk ikut erobik sesi berikutnya alias jam 6.30 malam. Nah, kan kami masih punya banyak waktu buat nunggu tuh. Untungnya tuh tempat erobik deket Gramedia, jadi kami nunggunya gak terlalu bosen donk. Oke, masalah selesai.

Beberapa jam kemudian....

TING... Udah setengah tujuh aja nih. Kita udah duduk duduk cantik di lantai tempat erobik donk. Handuk, air minum, sepatu, semua udah komplit. Tinggal nunggu instrukturnya aja. Lima menit, dua puluh menit, setengah jam... kok gak dateng dateng ya itu mbak instruktur. Sempat kepikiran, apakah ini pertanda dan izin dari Tuhan agar aku mengambil alih menggantikan jadi instruktur...?? (Oke, ini lebai. Tolong diabaikan)

Ternyata kita mendapat kabar dr pengurus pusat kebugaran itu bahwa si mbak instruktur itu masih di jalan. Katanya lagi, ternyata ban motornya pecah. Okeyyy...Disinilah kesabaranku diuji Sang Maha Pemilik Alam Beserta Isinya.

Satu jam kemudian....

Aku sudah mulai gelisah, teman pun sudah mulai kejang kejang dan busa keluar dr pantatnya (eh, maaf ini fitnah). Udah gak sabar nunggu donk kita. Yang kita pikirin itu pulangnya gimana. Tiba tiba...

“Mbak mbak maaf ya...mbaknya ini udah kita jemput, tapi pas dijemput di tempat yg udah dijanjiin, ternyata orangnya gak ada...”

Whaaatttt???? Apppaahhh??? Maksud Lohhh??? *terdengar petir bersahutan*

Kebayang kan kalian gimana perasaan aku waktu itu. Pengen dilempar barbel deh itu mbak mbak. Jadi nasib kita ini bijimana????

Karena tdk ada kepastian itu instruktur dateng apa nggak, sedangkan malam semakin larut dan ikan mau bobo, maka kami memutuskan untuk nyemilin matras. Eh?? Maaf, maksud saya PULANGGG.

Selanjutnya.....

Udah di jalan nih kita. Tepatnya di trotoar, nunggu angkot meenn. Karena sesungguhnya wanita yg naik angkot itu adl wanita yg sabar dan mau diajak hidup susah. Ah, beruntunglah kalian kalo bisa mendapatkan saya. (Woiii...ini udah diluar jalur..!!)

Ternyata Tuhan tidak sampai situ saja menguji kami sebagai makhluknya yg penuh dosa ini. Entah ada apa, gak seperti biasanya gak ada satupun angkot yg lewat. SATU PUN..Mana ujan lagi.. Jadi dgn muka memelas dan menahan kentut kami nungguin tuh angkot setengah jam lebih kali. Dan..you know what..di tengah syahdunya kami menunggu angkot di tengah gemericiknya hujan, ada orang gila donk yg lewat. OH TUHAANN... mana itu org gila pantatnya kemana mana lagi.. Damn..

Tapi, syukurlah kami bs sampai di kosan dgn selamat sentosa abadi nan jaya. Pesan moralnya adalah jangan pernah biarkan orang lain menunggu kamu. Kalo menunggu 2 sampe 5 menit sih masih unyu ya, tapi kalo udah berjam jam itu namanya THERLALUU.. Tapi, tadi aku dapet buku bagus loh ti Gramedia.. “kicau kacau”.ihiyyy..Jadi agak sedikit terobati deh keselnya.

Kamis, 26 Mei 2011

Untuk Kamu - Sang Cancerian :)

Saya baik baik saja. Sungguh. Saya sudah terbiasa tidak melihat status ‘available’ di YM kamu. Saya sudah bisa melewati hari saya tanpa gangguan ‘buzz’ dari kamu (seringkali saya sih yg lebih dulu ngebuzz). Saya sanggup tersenyum simpul melihat kalian saling berbalas koment (kalian=kamu dan dia).

Saya tau kamu sengaja menghindar. Ya, masalah kita terlalu kompleks memang. Yang salah adalah kita saling bungkam. Sangat sulit ya untuk memulai. Atau memang hal ini tidak perlu dijelaskan?? Biarlah kita saling diam, sibuk dengan pikiran kita sendiri sendiri.

Tapi sampai kapan kamu akan diam?? Saya yakin, suatu waktu akan tiba saatnya kita duduk berdua, berdampingan, berbicara dari hati ke hati, melepas semua keluh kesah, membiarkannya terbang bersama udara.

Mungkin saat saya menulis ini, kamu sedang merindukan Dia. Dia, yg kamu ucapkan kata ‘aku cinta kamu’ dalam 20 bahasa selama 15 detik itu. Hal yg kamu curi dari saya. Tapi yah sudahlah, tampaknya kamu sudah mendapatkan apa yang kamu cari selama ini di dirinya. Kalian serasi ya.. Saya akan terus memantau kalian, mendoakan kalian dari jauh sampai Dia bisa mengucap ‘amin’ di satu shaff belakangmu.

Selasa, 24 Mei 2011


  • LAGI, tak mampu kubasuh peluh ini. Hanya membiarkannya menembus rongga, sampai akhirnya mengalir pada pusaran rindu

  • Kubiarkan rindu ini melangkah sendiri, mencari jalan yg Dia ingini, sampai bertemu tepi

  • Suatu waktu, rinduku tak lagi terpenjara dalam batas kalbu, Dia akan berlari menuju dekapanmu

  • Dan tiba saatnya Kita tak lagi menyuarakan rindu. Hanya akan ada degup jantung yg memburu saat peluk Kita beradu

Selasa, 12 April 2011

WARNING : lagi gak pengen becanda!!!

          Beberapa hari terakhir mood lg berada di titik terendah. Selera humor juga nurun drastis. Diajak becanda dikit, langsung pengen marah aja. Kusut bangeett dah..

          Yah, penyebabnya adalah capek, menstruasi, dan stres gegara dijodohin. Iye, gue dijodohin sama adek iparnya sepupunya istri kakak gue, yang penampakannya aja blom pernah liat. Nah lo... Kalo udah nyangkut2 urusan keluarga gini jadi males banget. Ujungnnya pasti keluarga yg dipikirin, padahal lagi deket sama "someone". Udah ah, gak mau bahas. Etapi gue pengen mood balik lagi nih kayak dulu. Pengen liburan kemanaaaa gitu. Mungkin untuk sementara menghilang dulu dari peredaran nih. Ntar gua balik lagi, kalo udah fresh.*Emang ada yg peduli nyet??*

          Yang jelas, nanti pada akhirnya pemenangnya bukanlah cinta, melainkan takdir. Pada akhirnya...

Senin, 11 April 2011

Melihat kamu tersenyum seperti dulu, di samping orang yang bukan lagi aku... -@myARTasya

Teringat saat kaki kita berada di lantai yang sama. Sepasang mata kita membentuk garis cakrawala. Lalu ada rasa yang terbenam di sana -@RahnePutri

Selalu ada jantung yang berdetak haru tiap kali aku melafalkan namamu, di ujung lidah yang kaku setelah mengecap rindu -@LadyZwolf

Aku memandangi jemariku tadi. Ada celah di tiap antaranya. Dan kamu, kapan kamu hadir untuk menggenapkan spasinya lagi? -@popokman

Dan kutinggalkan kedua sayapku di sampingmu. Susul aku lain waktu -@Udaaay







Setahun Kemarin


             Waduhhh..dah lama banget yak gua kagak posting di blog ini (baru juga sehari nyet). Barusan menatap kalender dgn serius dan sedikit rasa tak percaya, ternyata ini udah tanggal 11 April bookk... Itu tandanya adalah gajian masih lama. Yaiyalah... Eh, serius ni yah, 11 April berarti gua udah SETAHUN DI KOTA GAJAH..uwooowww...dan itu artinya gua udah SETAHUN JOMBLO... *petir menyambar*

                Lalu ingatan melayang ke setahun silam *menerawang*musik mengalun*. Pertama kalinya ninggalin rumah untuk jangka waktu yg lama. Belajar mandiri, belajar tegar, belajar dewasa. Dan waktu itu, orang yg sangat diharapkan ada di samping aku buat ngasih support,  justru malah pergi, sungguh tega kau Rudolfo. huh!!!

                Yah, begitulah emang hidup yah...Yang pasti gue belajar satu nilai di atas cinta, yaitu IKHLAS.  Pokoknya intinya kalo tahun kemaren banyak air mata yang tumpah, so...tahun ini akan saya isi dengan tawa tawa dan tawa. MUAHAHAHAHAHAHAHHAA. hap. *keselek laler*

                Etapi, gue kepikiran banget pengen punya pacar loh. Jadi, mulai detik ini saya akan berusaha  untuk mengakhiri masa kejombloan ini. *pasang ikat kepala*mengepalkan tangan di udara*mulai totok aura*.  :D
----Happy 1st year broken relationship (ex) baby...!!!------


-Lanjut kerja lagi-                                                                          
               

Jumat, 08 April 2011

HANYALAH DIRIKU

AKU
Yang selalu menyeka bulir kerinduan di tengah malam yang penuh kehampaan

AKU
Yang tak pandai bersembunyi di balik kerinduan

AKU
Yang akan bersabar menanti hingga kau mampu menjawab beribu pertanyaan yg tersimpan

AKU
Yang takkan pernah mampu memilih diantara banyaknya bintang yg bersinar di tengah kegelapan

AKU
Yang hanya akan terdiam saat kau memalingkan pandangan

AKU
Yang selalu mengalah pada kebahagiaan

AKU
Yang berusaha merelakan langkahmu berjalan duluan

AKU
Yang penuh harap akan menemukan tempat bersandar kala penat sudah mulai tak tertahan



Yang ini salah dua lagu paporit saya nih. Musiknya asik,liriknya sederhana...




Kamis, 07 April 2011

Surat untuk RIF


Rif, apakah kamu tahu?? Ya, tentu saja kamu tidak tahu,karena aku belum memberitahumu. Tentang apa?? Tentang cerita pertama kali kita bertemu. Apakah saat itu masih terekam dalam memorimu?? Jangan kau tanya aku, tentu saja aku tidak akan pernah melupakan hal itu. Walaupun itu pertemuan yang sangat sederhana, nyaris tanpa makna.


Rif, apakah kamu tahu?? Sejak pertemuan itu aku tidak pernah mengingatmu, apalagi untuk merindu. Ya, mungkin aku terlalu sibuk dengan pencarianku. Bahkan saat kamu tiba tiba mengirimkan friend request ke akun facebookku, aku tidak terlalu antusias untuk menjalin pertemanan denganmu. Entah apa yang terjadi dengan jariku waktu itu, hingga akhirnya kini kita berteman dalam situs jejaring sosial itu.


Rif, apakah kamu tahu?? Setelah pertemuan kedua itu, aku selalu merindukanmu, Rif. Aku juga tidak tahu pasti, mengapa kita sekarang menjadi sedekat ini. Apakah ini suatu kebetulan?? Apa kamu percaya kebetulan, Rif?? AKU TIDAK!!! Semua ini pasti sudah ada yang mengaturnya. Ada Sutradara terhebat yang menciptakan kisah kita ini. 


Rif, apakah kamu tahu?? Saat menulis surat ini, aku sangat sangat rindu kepadamu. BUKAN, ini bukan lelucon yang biasa kutulis di status facebookku. Benar Rif, inilah yang sedang aku rasakan. Sudah 2 malam kamu tidak meneleponku. Kemanakah dirimu?? Apakah kau juga sibuk dengan pencarianmu?? Kuharap tidak seperti itu.


Rif, apakah kamu tahu?? Aku ingin sekali meneleponmu, ingin sekali menanyakan kamu lagi dimana, apa yang sedang kamu kerjakan, dan apakah kamu juga merindukanku. Tapi rasa gengsiku terlalu besar, Rif. Ya, aku memang terlahir sebagai wanita pasif. Aku hanya bisa menunggu, menunggumu untuk berbicara rindu. Lalu mengeja cinta atas namaku

      

                                                                                        

AKU,


Yang akan (selalu) menunggumu









Rabu, 06 April 2011

iya,kamu


kamu...
iya,kamu
hanya kamu
yang tak pernah tau
bahwa dalam bisu
aku sangat merindu



kamu...
iya,kamu
hanya kamu
satu satunya yang terpaku
di dalam kalbu
tanpa batas waktu


kamu...
iya,kamu
hanya kamu
yang tanpa kutahu
perlahan melangkah maju
membiarkanku terbelenggu haru










mau (nyoba) nulis blog

WWOOOUUWWW....saya punya blog loh (akhirnya).Hari gini baru buat blog,ekemane aje lo???hhha...
Yah,gitu deh. Entah ada angin apa atau dapet bisikan dari mana,saya-seorang gadis cantik nan gemulai ini (silahkan muntah)-akhirnya nulis di blog.

Jujur nih ya,dr palung hati yg paling dalem,tidak pernah terlintas dlm pikiran saya bahwasanya akan membuat blog (iya,ini lebay).Lah trus iki opo??? Yah,awal mulanya sih ada temen yg bilang kalo saya itu orangnya tertutup dan ga pinter curhat. Yak,saya akui deh...

Dan dia juga bilang :

"jangan suka mendem perasaan yu...ungkapin donk sekali kali..kalo mau marah,marah aja.kalo mau cerita,ya cerita aja.kalo mau nangis,ya nangis aja...atau kalo susah diungkapin pake lisan,coba pake tulisan.Beli diary gih sono...hhahaha"

Walaupun temen saya ini anaknya agak gak waras akibat siksaan ibu tiri sewaktu kecil (iya,ini fitnah),tapi setelah saya renungkan dan saya tela'ah (DOH,bahasanya),ternyata omongan yg keluar dr cocotnya ini ada benernya juga. Jadi saya coba untuk mengungkapkan perasaan saya lewat tulisan. Tapi,gak mungkin donk saya beneran ngikutin sarannya untuk beli Diary gambar Barby yg ada gemboknya. Jadi akhirnya terciptalah sebuah blog ini...walaupun nantinya...ya,tetep aja gak semua isi hati saya,akan saya tulis disini. Lha trus??udah,kagak usah banyak nanya. Ikutin aja alurnya....