Rabu, 24 Desember 2014

Semacam Kaleodoskop

Haloha...
Kangen bangetlah sama blog yang random ini. Iya, postingan terakhir di blog ini kayaknya udah lama banget ya. Bermula saat tadi pagi di kantor, saat suasana sepi, mau browsing-browsing juga bingung mau liat apa dan bosen banget sama timeline twitter, eh tetiba keinget blog ini (kasian banget ya kamu, selama ini dilupakan) *puk-puk* trus baca-baca postingan lama yang bikin Saya terenyuh, senyum-senyum sendiri, sampe kepengen toyor kepala sendiri, eh trus kok jadi semacam pengen 'menghidupkan' kembali blog ini. Dan lahirlah postingan yang maha tidak penting ini.

Karena ini udah akhir tahun, mungkin Gue coba untuk flashback aja ya apa yang udah Gue buat dan alami di tahun 2014 ini.

Kalo menurut Gue, tahun ini tahun yang seru banget, tahun yang penuh kejutan. Tahun dimana status Gue berubah dari seorang estri jadi mahmud alias mamah muda. Diawali dengan proses melahirkan yang super amazing di awal tahun (yang cerita lengkapnya mungkin suatu saat akan Gue posting juga di sini), kemudian di pertengahan tahun Gue disibukkan dengan kerjaan, perjuangan menyusui yang berat banget, dimana Gue mesti bolak balik kantor-rumah-kantor tiap jam istirahat buat nganter ASIP, tapi Alhamdulillah lingkungan mendukung, dan menjelang akhir tahun dititipi rejeki lagi sama Allah, yang sekarang udah masuk 15 minggu aja... kyaaaa..

Pokoknya tahun ini tahun yang penuh berkah, penuh syukur. Mungkin ada satu titik dimana Gue lelah, capek, manusiawi bangetlah ya, tapi lepas dari itu semua bersyukur banget ada Suami yang selalu ngedukung, dan anak yang super lucu yang selalu bikin senyum. Pokoknya Allah Maha Baik.

Udahan ya, mak-mak hamil ini mau makan siang dulu :)

Kamis, 21 Februari 2013

Rabu, 20 Februari 2013

Langit belakangan ini sedang gemar bermain dengan perasaanku. Rindu semakin mencecar dadaku tiap kali hujan jatuh.
Angin dari wewangian tubuhmu sekarang melekat dan membuat musim sendiri dalam kepalaku.
Tanpamu, nafas yang kuhirup tak penuh, jiwaku yang seharusnya satu menjadi separuh, ragaku tak lagi utuh.

Senin, 27 Agustus 2012

Last Dialogue


“Kamu bahagia?”

“Dia baik”

“Kamu berpura-pura”

“Kamu bisa apa?”

“Pergi denganku sekarang, Aku akan melihatkan kepadamu apa itu terang”

“Apa Kamu lupa, besok Aku akan menuju altar pernikahan?”

“Ini salah!!”

“Lalu, dengan pergi bersamamu malam ini, menurutmu itu hal yang benar?”

“Aku mencintaimu...”

“Aku mencintai Tuhanku”

"Tuhan Kita sama!!"

"Jika sama, Apa Kamu bisa mencintai Tuhanku juga? Apa mungkin Kau ganti sujudmu dengan berlutut?"