Rabu, 19 Oktober 2011

Cintai Aku secara sederhana, seperti kerlipan mata saat Engkau tertawa

Cintai Aku secara sederhana, layaknya daun yang menyentuh tanah basah diwaktu angin menerpa

Cintai Aku secara sederhana, serupa riak pantai yang tak ragu menyentuh karang dalam naungan bintang

Cintai Aku secara sederhana, ibarat lengkungan pelangi yang mampu mewarnai hati

Cintai Aku secara sederhana, seumpama paduan gula dan kopi yang Kau teguk setiap pagi

Cintai Aku secara sederhana, laksana gerimis yang selalu mencumbu bumi dengan manis

Cintai Aku secara sederhana, bagai langit sore yang tampak berwajah orange

Jumat, 14 Oktober 2011

UNTUK DIA

Tuhan, jaga Dia yang tiap kali merengkuh air mata kala mengeja namaku dalam doa

Tuhan, lindungi Dia yang tak lelah menyeka keringat hanya agar Aku bergelimpahan nikmat

Tuhan, tuntun Dia yang tak nyenyak di tiap malam khawatir Aku redup dalam temaram

Tuhan, bantu Dia yang bersakit dengan rela demi melihatku bahagia

Tuhan, terangi Dia yang selalu gelisah begitu tahu Aku belum menjejakkan kaki di beranda rumah

Tuhan, rangkul Dia yang terkadang terluka jika mendengar nadaku berduka

Sabtu, 01 Oktober 2011

Lewat hujan, Aku merengkuh setangkup kebahagiaan yang terpantul dari sebuah cermin kenangan

Hujan itu adalah Kamu, yang sengaja diturunkan Tuhan mengetuk atap rumahku untuk menyulikku dari kubangan bosan

Kau adalah rintik yang menggema dalam hujan, sedang Aku genangan air di halaman

Saat hujan, Aku pernah berlama lama duduk di bawah jendela menunggu embun mengecup kaca, agar Aku bisa menuliskan namamu di sana

Anggap saja Aku ada di sampingmu, mengaduk gula di ceruk kopimu dan pergi begitu saja dengan meninggalkan kecup di cangkirmu

Cepat temui Aku sebelum rintik terakhir badai, sebelum kecupku di cangkirmu memuai

Cukup tau saja, kini Kamu menjelma samudera hitam, tempat rinduku karam