Kamis, 10 November 2011

Serupa lingkar senja, Kau membuatku terpesona

Diamlah sebentar saja, ada hati Kita, biarkan mereka memenuhi titahnya

Aku merasa Kita pernah bertemu di kehidupan sebelumnya, Kau memakai baju merah, lalu Kita berbicara tanpa jeda, hingga Ayah memanggilku dari beranda

Ada haru yang tiba-tiba menyeru tiap Aku mengeja namamu. Entah Aku yang sedang pilu atau Kau yang memang pantas untuk dirindu

Perlu Kau tahu, keningku lumpuh karna lelah memikul rindu sebuah hangat dari kecupmu

Jangan diam, rindu ini menuntut tuk diredamagar tak sampai pada sudut hati yang temaram

Paling tidak, saat ini Kita tak pernah lupa saling mnyematkan nama, lewat sebaris doa

Pada waktunya, punggung tanganmu akan menjadi tempat dimana Aku mengecupkan kesetiaanku sesaat setelah Kau menjadi imamku

Dan satu waktu nanti, saat Kau tak lagi sanggup menggendongku, dengan sigap Aku akan menggandengmu




Tidak ada komentar:

Posting Komentar