Serupa lingkar senja, Kau membuatku terpesona
Diamlah sebentar saja, ada hati Kita, biarkan mereka memenuhi titahnya
Aku merasa Kita pernah bertemu di kehidupan sebelumnya, Kau memakai baju merah, lalu Kita berbicara tanpa jeda, hingga Ayah memanggilku dari beranda
Ada haru yang tiba-tiba menyeru tiap Aku mengeja namamu. Entah Aku yang sedang pilu atau Kau yang memang pantas untuk dirindu
Perlu Kau tahu, keningku lumpuh karna lelah memikul rindu sebuah hangat dari kecupmu
Jangan diam, rindu ini menuntut tuk diredamagar tak sampai pada sudut hati yang temaram
Paling tidak, saat ini Kita tak pernah lupa saling mnyematkan nama, lewat sebaris doa
Pada waktunya, punggung tanganmu akan menjadi tempat dimana Aku mengecupkan kesetiaanku sesaat setelah Kau menjadi imamku
Dan satu waktu nanti, saat Kau tak lagi sanggup menggendongku, dengan sigap Aku akan menggandengmu
Diamlah sebentar saja, ada hati Kita, biarkan mereka memenuhi titahnya
Aku merasa Kita pernah bertemu di kehidupan sebelumnya, Kau memakai baju merah, lalu Kita berbicara tanpa jeda, hingga Ayah memanggilku dari beranda
Ada haru yang tiba-tiba menyeru tiap Aku mengeja namamu. Entah Aku yang sedang pilu atau Kau yang memang pantas untuk dirindu
Perlu Kau tahu, keningku lumpuh karna lelah memikul rindu sebuah hangat dari kecupmu
Jangan diam, rindu ini menuntut tuk diredamagar tak sampai pada sudut hati yang temaram
Paling tidak, saat ini Kita tak pernah lupa saling mnyematkan nama, lewat sebaris doa
Pada waktunya, punggung tanganmu akan menjadi tempat dimana Aku mengecupkan kesetiaanku sesaat setelah Kau menjadi imamku
Dan satu waktu nanti, saat Kau tak lagi sanggup menggendongku, dengan sigap Aku akan menggandengmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar