Kamu serupa embun yang menetes pada permukaan daun, sedang Aku adalah akar yang setia menunggumu turun
Sengaja kutitipkan rindu yang mengepung lewat penghujung daun yang sedang berkabung
Karena serupa daun, rindu yang tampak subur pada akhirnya akan gugur ketika peluk Kita melebur
Dan pada kehidupan berikutnya Aku kan memilih menjadi daun yang tiap pagi selalu dicumbu embun
Tidak ada komentar:
Posting Komentar