Saya baik baik saja. Sungguh. Saya sudah terbiasa tidak melihat status ‘available’ di YM kamu. Saya sudah bisa melewati hari saya tanpa gangguan ‘buzz’ dari kamu (seringkali saya sih yg lebih dulu ngebuzz). Saya sanggup tersenyum simpul melihat kalian saling berbalas koment (kalian=kamu dan dia).
Saya tau kamu sengaja menghindar. Ya, masalah kita terlalu kompleks memang. Yang salah adalah kita saling bungkam. Sangat sulit ya untuk memulai. Atau memang hal ini tidak perlu dijelaskan?? Biarlah kita saling diam, sibuk dengan pikiran kita sendiri sendiri.
Tapi sampai kapan kamu akan diam?? Saya yakin, suatu waktu akan tiba saatnya kita duduk berdua, berdampingan, berbicara dari hati ke hati, melepas semua keluh kesah, membiarkannya terbang bersama udara.
Mungkin saat saya menulis ini, kamu sedang merindukan Dia. Dia, yg kamu ucapkan kata ‘aku cinta kamu’ dalam 20 bahasa selama 15 detik itu. Hal yg kamu curi dari saya. Tapi yah sudahlah, tampaknya kamu sudah mendapatkan apa yang kamu cari selama ini di dirinya. Kalian serasi ya.. Saya akan terus memantau kalian, mendoakan kalian dari jauh sampai Dia bisa mengucap ‘amin’ di satu shaff belakangmu.
kalo tak mampu menangis,,,maka tersenyum lah,,,karena mengapa?? orang yang tersenyyum itu pasti cantik,,,dan secantik apa pun orang menangis tetep aja jelek #ganyambungbinngasal
BalasHapus*cuekin*
BalasHapus