Rabu, 04 April 2012

KEKASIHNYA KEKASIHKU


Aku tak mengindahkan dering handphone yang sejak tadi memekik memenuhi ruang berukuran 4X4 ini. Ah, paling itu hanya pesan singkat dari operator seluler yang begitu perhatiannya mengingatkan nada sambung hits minggu ini, begitu pikirku. Aku sedang tidak bisa diganggu saat ini, bahkan Aku perlu menambahkan kata ‘sangat’ di depan kalimat ‘sedang tidak bisa diganggu’ tadi.

            Sejak kedatangan pacarku, Arjuna, di kost ku sehabis magrib tadi, Aku menjadi amat sibuk. Memang seminggu sebelumnya Dia sudah mengatakan akan pulang ke kampungnya, di Surabaya. Ya, memang ini bukan kepergiannya yang pertama dan juga ini hanya untuk waktu sementara. Hanya seminggu Dia mengambil cuti dari kantornya. Kangen Ibu, begitu ujarnya.

            Tapi entah Kami yang merasa sudah sehati atau sedang dikuasai birahi, rasanya berat sekali melepas kepergiannya malam itu. Rencananya Dia datang ke kostku sekedar untuk pamitan dan mengambil beberapa oleh-oleh yang sengaja Aku belikan untuk keluarganya. Dia pun mengaku tak bisa berlama-lama karena belum membereskan baju dan keperluan lain yang harus dibawa selama Dia berada di rumahnya.

            Tapi apa yang terjadi? Biar Aku ceritakan, sudah hampir setengah jam Dia disini. Awalnya Dia pamit untuk pulang, lalu Aku memeluknya. Erat. Setelah agak melonggarkan ikatan tanganku di lehernya, perlahan mata Kami bertemu. Ada hawa panas yang mengalir bersama darah di sekujur raga. Aku merasakan perlahan mukaku memerah. Sejurus kemudian tangan kokohnya perlahan menarik pinggulku untuk lebih merapat ke tubuhnya. Kami merasa sangat intim sekarang. Aku bisa merasakan denguh nafasnya dalam jarak sedekat ini.

            “Pejamin aja mata Kamu” bisiknya persis di belakang telingaku. Demi dewa dewi di khayangan, mukaku makin memanas.

            Seluruh sistem kerja otakku lumpuh. Arjuna sangat mahir membuat lidahku kelu, kata-kataku mendadak bisu. Hmm, empuk dan tebal, begitu Aku mendeskripsikan bibirnya-yang-entah-sejak-kapan tiba-tiba sudah menekan bibir bawahku. Aku menghisapnya perlahan, kunikmati setiap kecupannya yang dalam dan basah, hingga kami saling sibuk melumat, pasrah dikuasai oleh nikmat.

            Nafasku masih saja memburu meskipun ‘kecelakaan’ tadi sudah beberapa menit berlalu. Kami duduk bersisian, menepikan kepalaku di dadanya adalah satu hal yang membuat teori gravitasi tak berfungsi.

            “Hun, Aku mau ke toilet dulu bentar”

            Aku mengangguk, dengan tidak rela Aku menegakkan kepala dan membiarkannya berjalan ke belakang. Mungkin beginilah perasaan para istri yang mengantar suaminya bertugas mengamankan perang saudara di Ambon, batinku yang mulai hiperbola

          Selang dua detik pintu toilet ditutup, handphone Arjuna melengking, mengisyaratkan pesan singkat baru saja masuk. Hmmm, buka sms di handphone Pacar gak buat masuk penjara kan? Apalagi ditambah fakta bahwa Kita udah pacaran selama enam bulan belakangan dan baru saja berciuman. Oke, gak ada yang salah.

“Sayang, besok Kamu berangkat jam berapa? Aku jemput ya di bandara. Bawa oleh-oleh kan buat Aku? Aku sakau ciuman dahsyat Kamu, Yank”

Sender : Rheina cantik

         BRENGSEKKKKK!!!!!

Selasa, 03 April 2012

SEJENAK TENTANG HUJAN


“Kamu tahu, Arimbi... yang Kulihat pagi ini bukan hujan. Tetapi sisa-sisa rindu semalam dari para kekasih yang sedang kasmaran”

“Betul, Damar... Kita harus berterimakasih pada awan. Sebab saat hujan, ada beberapa hati sedu sedan mengenang Sang pujaan”

“Aku selalu menterjemahkan gerimis adalah salah satu cara langit dan bumi jika sedang melakukan kencan yang romantis. Bagaimana denganmu, Arimbi?”

“Hmm... Aku tak cukup pandai menyimpulkan. Yang jelas, di setiap hujan yang tumpah di balik sana ada seseorang yang melukiskan rindunya hingga menyerupai air bah”

“Kau pandai menyusun aksara, Arimbi”

“Tapi Aku tak cukup pandai untuk menahanmu, Damar...”


Jumat, 30 Maret 2012

THE LOST CONVERSATION

AKU : “Hai ganteng *hoeks*”
KAMU : “Dih, kok gak ikhlas gitu”
AKU : “hehehe”
KAMU : “Ahhh... kangen”
AKU : “Kangen?? Sama siapa??”
KAMU : “Kangen sama setan!! Ya sama Kamu donk...”
****

KAMU : “Lagi ngapain???
AKU : “Mikirin kamu lahhh”
KAMU : “Sama dong...”
AKU : “;-)”
KAMU : “Aku juga mikirin diri aku sendiri”
AKU : “.......... :(“
*****

AKU : “Aku ngantuk”
KAMU : “Ntar donk, baru setengah sepuluh malem”
AKU : “JANGAN TAHAN AKU!! BIARKAN AKU PERGI!!”
KAMU : “Siapa juga yang nahan.... Yaudah tidur gih. Aku mau nyari temen chat lain”
AKU : “Kamu mau selingkuh ya?!”
KAMU : “Tenang aja, Kamu kan anugerah terindah yang pernah kumiliki”
AKU : “OK. Daahh Sephia. Tunggu Aku di kota itu”
KAMU : “Bila Kau tak di sampingku, seberapa pantaskah Kau untuk Ku tunggu?”
AKU : “Buat Aku tersenyum dulu”
KAMU : “Selamat malam, pemuja rahasia”
*****

KAMU : “Mau cari yang gimana sih???”
AKU : “Nyari yang bisa ngucapin ‘Aku cinta Kamu’ dlm 15 bahasa, selama 20 detik”
KAMU : “Good!! Bahasa planet sama bahasa bawah laut dihitung gak???”
AKU : “NGGAK!!”
KAMU : “OK. Keep your promises ya”
AKU : “Yang mana?”
KAMU : “Yang tadi. Mau nyari yang bisa ngucapin ‘Aku cinta Kamu’ dalam 15 bahasa dalam 20 detik”
AKU : “I’ll Promise”
*****

AKU : “Nyet”
KAMU : “Manggil siapa, pesut?”
AKU : “Hehehe. Ganti status YM yuk, bosen nih”
KAMU : “Mau tulis apa ya? ‘Aku rindu ½ mati kepadamu?’”
AKU : “Gak mau ah. Hmmm.. Aku tulis bahasa Perancisnya, Kamu bahasa Jepangnya ya”
KAMU : “OK. Aishiteru”
AKU : “Jet’aime”
******

KAMU : “What do you think about me? Be honest...”
AKU : “Hmmm... penyanyang, gak sabaran, tertutup. Kalo Aku?”
KAMU : “Kamu aneh, but everything I like. I like the way You laugh”
AKU : “Aku juga suka sama jambul Kamu”
*******

Rabu, 21 Maret 2012




Aku rindu....
Sesederhana itu

Kamu, goresan lukis yang tak bisa dikoreksi
Kotor, ya kotor
Disini, tepat di dada kiri
Satu tempat yang dulu Kau hampiri, diam diam mewarnai satu kanvas tersembunyi, dan pergi

Kita hanya dipermainkan linikala
Anggap saja Aku pihak yang kalah
Perihal hadiah, serahkan pada semesta saja

KOPI DAN HUJAN


2 sendok kopi, 1 sendok gula, rintik hujan di jendela kaca 

Jika saja Aku tau saat itu terakhir Aku memelukmu
Belum sampai rindu membersihkan butiran-butiran debu pada halaman buku
Tengok! Bagaimana susah payah Aku menelusuri lembar demi lembar haru

2 sendok kopi, 1 sendok gula, rintik hujan di jendela kaca

Kamu, not not panjang dalam lantunan kelam
Nada nada yang kumainkan seolah menghitam
Mengapa tak Kau hunuskan pedang? Toh luka ini pun terlampau dalam

2 sendok kopi, 1 sendok gula, rintik hujan di jendela kaca

Saat itu Tuhan sedang terburu buru nampaknya
Atau mungkin Aku salah mengeja aksara?
Entahlah, bisa jadi hatimu yang memang serapuh kaca

GERIMIS DAN SOFA TUA YANG TERSISIH

"Secepat ini?"
"Harus dengan cara seperti ini?"
"Apa ini mimpi?"

Terlalu banyak pertanyaan. Begitu banyak keharuan.

Di sana, pada rintik-rintik gerimis, Kita pernah meletakkan sebongkah harapan. Di sana, pada sofa tua di kediaman, Kita pernah menyatu dalam sebuah dekapan.

Bahkan Kau lupa, seminggu belakangan Kita bergelut dalam kemesraan. Hingga Dia, yang mungkin belum tau apa arti keterpurukan, merampas Kau begitu mudahnya dari setiap perhatian.

Aku lengah!!!
Kau juga terlalu lemah!!

Apa Aku terluka? Ya. Aku terluka. Berantakan. Semua. Aku. Kamu. Dia. Kita. Semua terbengkalai, dan hanya Aku yang menyuarakan kepedihan

Tak ada lagi hati yang sedu sedan menanti gerimis pada senja. Tak ada lagi kemesraan di sofa tua. Semua menjelma debu, masing-masing menggeleparkan haru.

"Apa sudah ada yang mengisi hatimu di sana?"

"Belum"

"Mengapa?"

"Aku belum punya tipe-x"

"Maksud Kamu?"

"Untuk menghapus namamu di hatiku"

Seringan itu, Aku mau. Semudah ke toko buku, berjalan menuju rak alat tulis. Lalu Aku sengaja memilih tipe-x warna biru, kesukaanmu. Dengan langkah ringan Aku lalu membayarnya di kasir.

Aku ingin sesederhana itu melupakanmu.

Jumat, 16 Maret 2012


Apa kabar handai taulan, sanak kerabat, insan-insan yg dimuliakan Allah? Sekiranya Aku memohon maaf apabila di hati handai taulan, sanak kerabat, dan insan yg dimuliakan Allah sekalian terbersit suatu perasaan rindu yg lama terkatung-katung karna penulis tak jua membuat postingan.*oke,hiperbola
Tujuh bulan tinggal di kabupaten di pinggiran samudera Hindia di kaki gunung Tanggamus *gak usah tanya dimana,goggling bisa kaleee* di ujung Lampung dimana modem gak konek, itulah alasan blog ini mati suri. (coba hitung berapa kata di- kalimat tadi). Bisa aja sih ke warnet, tapi yah.. Kalian kan tau sebgai wanita muslimah nan solehah dan selalu menjaga amanah kedua orang tua, rasanya tak pantas bermain berlama-lama di bilik warnet yg sepi dan remang. Dan, sekarang gue jadi ngerasa balik lagi ke masa-masa awal dimana gue baru bikin blog. Bingung, resah, gelisah, dan celana basah. Yak, gue bingung mau posting apaan. Gue resah karna belom gajian. Gelisah 2 minggu belom ketemu pacar (celana basah tak perlu utk diungkapkan di tengah-tengah handai taulan, sanak kerabat, dan insan-insan yg dimuliakan Allah ya*)
Hmmmm, Gue mau flash back ke kejadian yg belum lama terjadi, tepatnya 16 Februari, tepatnya disaat 24 tahun yg lalu mbrojollah, errrr... apa ya bahasa yg pantas. Wait, ummm... menyembullah. Ok, masih tidak pantas. Pokoknya pas Gue ulang tahun lah dan dikasih surprise
Mungkin sudah biasa ya dimana seorang yg ulang tahun, jam 12 tepat kamarnya diketok-dinyanyiin happy birthday dengan dibawakan seonggok kue ultah yg di atasnya bertengger angka2 aib itu. Yaaa tapi buat Gue luar biasa banget. Karena selain cantik, semlohai, dan beriman kokoh, gue juga sangat menghargai yg namanya kejutan, sesederhana apapun itu. Apalagi dr orang yg spesial. Kalo HTSKDIIYDA (handai taulan, sanak kerabat, dan insan-insan yg dimuliakan Allah) sekarang berpikiran bahwa malam itu yg bawa kue serta menggedor mesra pintu kamar Gue saat itu adalah pacar Gue, itu SELI BESI, alias salah besar. Ini kronologinya
1.        Tanggal  12 Februari malem, Gue berangkat ke Lampung dari Palembang. For Your Information, kampung Gue di Palembang,    dan Gue kerjanya di Lampung. Kebetulan hari itu Gue  pas mudik, dan malemnya berangkat lagi ke Lampung krn Senennya udah hrs masuk kerja. *kayak orang bener ya kalimat gue, jangann kaget.
Kebetulan, pacar Gue, sebut saja mangga. Waittt...kenapa mangga? Karena bunga atau mawar sdh biasa, lagian pacar Gue kan laki, yg pas ya nama samarannya mangga. Pikir deh, mangga kan tumbuhan dikotil, berbiji dua. Sampe sini paham kan?
Oke, fokus ke cerita, jgn hiraukan biji yg dua. nah kebetulan mangga lagi libur kerja seminggu jadilah dia nemenin Gue ke lampung.
2.        Tanggal 13 Februari, Kita layaknya ABG ABG ibukota yg baru mengenal cinta dan indahnya dunia remaja, pulang kerja Gue dijemput, makan malem bersama, belanja-belanja cantik, ngobrol-ngobrol seru, grepe-grepe nakal, gelayut-gelayut manja, remas-remas nista (3 hal terakhir tidak benar ada dan baiknya jangan kotori pikiran Kalian dgn membayangkannya)
3.        Tanggal 14 Februari pagi setelah nganter Gue ngantor dia pulang ke Palembang krn besoknya udah masuk kerja. Heiii Pleaseee... tgl 16 Gue ultah, dan Dia pergi aja gitu, tanpa niat ngambil cuti atau apa buat ultah Gue gitu.*tetooot mengulang kata gitu. Pokoknya hari itu Aku cedih, gak nafsu makan (babi), gak mau minum (bir). Huh!
4.        Tanggal 16 Februari jam 00.00 Gue bangun karna kamar gue digedor temen kost yg udah kering nungguin Gue di depan kamar (ya, Gue susah banget dibangunin pada waktu itu, pacar Gue aja sampe nelp 5 kali) dengan kue tart berhiaskan fhoto Kita, yg sengaja udah Dia pesen sebelumnya. How sweet. Utk 5 detik pertama Gue sempet bengong bego. 


                    Ini fhoto tartnya, dan Gue bangga sudah makan kepala pacar sendiri.huahahah
Terimakasih mangga buat surprisenya, ooohhh rasanya Aku ingin menggigit buahmu yg ranum dan melumat bijimu.. ohhhhh
Kebahagiaan gak sampai situ saja. Karena tepat satu hari setelah Gue ultah, giliran temen satu kost Gue, Vera yg ultah. Dan, disini Gue kasih tips ya buat HTSKDIIYDA (handai taulan, sanak kerabat, dan insan-insan yg dimuliakan Allah) sekalian utk memilih teman yg ultahnya berdekatan, lebih bagus lagi kalo sama, dan usahakan jangan hanya 1 teman, lebih banyak lebih bagus. Dekati mereka, kenali pribadinya, jalin keakraban yg intim. Dan violaaaa... saat Kalian ultah, Kalian bisa patungan buat traktiran dan hitung brp biaya yg bisa Kalian hemat. Ya, ini tips buat HTSKDIIYDA (handai taulan, sanak kerabat, dan insan-insan yg dimuliakan Allah), kalo Gue sih orangnya gak pelit. Kalo Gue ultah sih Gue traktir semuanya, tanpa terkecuali. Patungan, apa itu patungan, traktiran kok patungan. Cih!! Tapi Gue adalah pribadi yg gak tega melihat sahabat sendiri susah, apalagi Dia mendatangi Lo dengan muka melas,mata berkaca-kaca, dan hampir keluar busa dr mulutnya (Tuhan, semoga Vera gak baca ini). Yah akhirnya malem minggu setelahnya Kita (Gue dan Vera) patungan buat nraktir temen-temen Gue yg gak biasa makan enak itu (ini Gue gak tega aja liat temen susah ya, kalo duit Gue sih banyak, dan Gue orangnya gak itungan) *pembaca spontan berteriak WUUUUUUU.....
Dan inilah muka-muka rakyat jelata yg sigap banget kalo diajak makan enak, apalagi gratisan. Yah, sekalikali Kita memang harus berbagi dgn kaum ini



                                                          Gue yg pake jilbab merah *penting banget kan infonya