2 sendok kopi, 1 sendok gula, rintik hujan di jendela kaca
Jika saja Aku tau saat itu terakhir Aku memelukmu
Belum sampai rindu membersihkan butiran-butiran debu pada halaman buku
Tengok! Bagaimana susah payah Aku menelusuri lembar demi lembar haru
2 sendok kopi, 1 sendok gula, rintik hujan di jendela kaca
Kamu, not not panjang dalam lantunan kelam
Nada nada yang kumainkan seolah menghitam
Mengapa tak Kau hunuskan pedang? Toh luka ini pun terlampau dalam
2 sendok kopi, 1 sendok gula, rintik hujan di jendela kaca
Saat itu Tuhan sedang terburu buru nampaknya
Atau mungkin Aku salah mengeja aksara?
Entahlah, bisa jadi hatimu yang memang serapuh kaca
Tidak ada komentar:
Posting Komentar