Kamis, 12 April 2012

MIMPI YANG SIA-SIA

Kamu cukup diam, dan dengarkan Aku bercerita.


  1. Semalam Aku bermimpi, melihatmu sebagai anak kecil dengan seringai paling nakal, memercikkan genangan bekas hujan pada para pejalan kaki.
  2. Kamu terus saja Aku nikmati dari balik kaca jendela kusamku, dari jarak yang sulit diukur dengan rumus matematika manapun.
  3. Aneh. Tak ada yang dapat Kumengerti, bahkan sampai waktu ingin membunuh dirinya sendiri, Aku masih menemukanmu sebagai suatu ketidakpahaman abadi.
  4. Tanpa diduga, Kau menemukan mataku, Kau tertawa, dan mengajakku bermain lumpur di bawah gerimis itu. Tidak. Tidak, Sayang... tidak untuk kali ini.
  5. Kau memutuskan menghampiriku. Aku salah. Kau bukan hal yang ghaib, Kau nampak nyata, duduk di sisi kananku, lalu bercerita tentang Ibumu yang suka mengomel melihat tingkahmu. Aku tersenyum. Entah darimana, darahku berdesir.
  6. Sialnya, seperti tentara yang tiba-tiba menyerbu, alarm pagi itu memekik membangunkanku. Tersengal-sengal Aku, sebab pesonamu masih menguntit tiap jejak nyataku.
  7. Sampai pagi ini, Aku masih merindukanmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar