Cintai Aku secara sederhana, seperti kerlipan mata saat Engkau tertawa
Cintai Aku secara sederhana, layaknya daun yang menyentuh tanah basah diwaktu angin menerpa
Cintai Aku secara sederhana, serupa riak pantai yang tak ragu menyentuh karang dalam naungan bintang
Cintai Aku secara sederhana, ibarat lengkungan pelangi yang mampu mewarnai hati
Cintai Aku secara sederhana, seumpama paduan gula dan kopi yang Kau teguk setiap pagi
Cintai Aku secara sederhana, laksana gerimis yang selalu mencumbu bumi dengan manis
Cintai Aku secara sederhana, bagai langit sore yang tampak berwajah orange
Rabu, 19 Oktober 2011
Jumat, 14 Oktober 2011
UNTUK DIA
Tuhan, jaga Dia yang tiap kali merengkuh air mata kala mengeja namaku dalam doa
Tuhan, lindungi Dia yang tak lelah menyeka keringat hanya agar Aku bergelimpahan nikmat
Tuhan, tuntun Dia yang tak nyenyak di tiap malam khawatir Aku redup dalam temaram
Tuhan, bantu Dia yang bersakit dengan rela demi melihatku bahagia
Tuhan, terangi Dia yang selalu gelisah begitu tahu Aku belum menjejakkan kaki di beranda rumah
Tuhan, rangkul Dia yang terkadang terluka jika mendengar nadaku berduka
Tuhan, lindungi Dia yang tak lelah menyeka keringat hanya agar Aku bergelimpahan nikmat
Tuhan, tuntun Dia yang tak nyenyak di tiap malam khawatir Aku redup dalam temaram
Tuhan, bantu Dia yang bersakit dengan rela demi melihatku bahagia
Tuhan, terangi Dia yang selalu gelisah begitu tahu Aku belum menjejakkan kaki di beranda rumah
Tuhan, rangkul Dia yang terkadang terluka jika mendengar nadaku berduka
Sabtu, 01 Oktober 2011
Lewat hujan, Aku merengkuh setangkup kebahagiaan yang terpantul dari sebuah cermin kenangan
Hujan itu adalah Kamu, yang sengaja diturunkan Tuhan mengetuk atap rumahku untuk menyulikku dari kubangan bosan
Kau adalah rintik yang menggema dalam hujan, sedang Aku genangan air di halaman
Saat hujan, Aku pernah berlama lama duduk di bawah jendela menunggu embun mengecup kaca, agar Aku bisa menuliskan namamu di sana
Anggap saja Aku ada di sampingmu, mengaduk gula di ceruk kopimu dan pergi begitu saja dengan meninggalkan kecup di cangkirmu
Cepat temui Aku sebelum rintik terakhir badai, sebelum kecupku di cangkirmu memuai
Cukup tau saja, kini Kamu menjelma samudera hitam, tempat rinduku karam
Hujan itu adalah Kamu, yang sengaja diturunkan Tuhan mengetuk atap rumahku untuk menyulikku dari kubangan bosan
Kau adalah rintik yang menggema dalam hujan, sedang Aku genangan air di halaman
Saat hujan, Aku pernah berlama lama duduk di bawah jendela menunggu embun mengecup kaca, agar Aku bisa menuliskan namamu di sana
Anggap saja Aku ada di sampingmu, mengaduk gula di ceruk kopimu dan pergi begitu saja dengan meninggalkan kecup di cangkirmu
Cepat temui Aku sebelum rintik terakhir badai, sebelum kecupku di cangkirmu memuai
Cukup tau saja, kini Kamu menjelma samudera hitam, tempat rinduku karam
Senin, 27 Juni 2011
MERINDUI FAVORITKU
Tempat makan favorit : di depan tivi, di rumah
Bau favorit : Bau tembakau yg menempel di ujung jari jari Bapak
Dosa favorit : Pura pura masuk angin, biar dipijitin sama Ibuk
Kegiatan favorit : di kamar, berdua sama Mbak, mulai ghibah sampe larut malam
Pertanyaan favorit : Ketika Kakak menanyakan "Siapa pacar kamu sekarang?"
Dan Saya merindukan semua hal hal favorit di atas
Minggu, 19 Juni 2011
Selamat malam pemirsa...
Kali ini Saya ingin mengingatkan dan menghimbau, khususnya kepada kaum perempuan untuk berhati-hati. Berhati-hati dalam hal apa?? Berhati hatilah terhadap kaum EKSHIBISIONISME atau bahasa awamnya adalah penyimpangan seks yg senang memperlihatkan alat vital/alat kelamin kepada orang lain. Biasanya, penderita ini akan suka atau terangsang jika orang lain takjub, terkejut, takut, jijik, dsb.
Mengapa tiba-tiba Saya membahas masalah ini?? Karena eh karena, barusan Saya menjadi korban, pemirsa. Ini bukan kali pertama. Sekitar beberapa tahun silam, sewaktu Saya duduk di bangku sekolah menengah, Saya juga pernah mengalami kejadian serupa. Dan dr pengalaman Saya ini, dapat disimpulkan kalau mereka ini tidak memiliki ciri khusus, dan tidak bisa diprediksi. Dan yg barusan memperlihatkan 'barang'nya ke Saya itu anak muda loh. Kira kira seumur Saya, dan tampan. Sayang sekali yah...
Tips dari Saya, jika tiba-tiba sewaktu Anda berjalan sendirian dan secara tidak sengaja bertemu seseorang yg tiba tiba memamerkan 'barang'nya, hal yg harus Anda lakukan adalah teriak aja sekenceng kencengnya. Kemungkinan besar mereka akan panik. Mudah mudahan karena panik dan tergesa gesa nutup resleting celananya, 'barang'nya kejepit.
Sekian laporan dari Saya, selamat malam, salam olahraga..
Mengapa tiba-tiba Saya membahas masalah ini?? Karena eh karena, barusan Saya menjadi korban, pemirsa. Ini bukan kali pertama. Sekitar beberapa tahun silam, sewaktu Saya duduk di bangku sekolah menengah, Saya juga pernah mengalami kejadian serupa. Dan dr pengalaman Saya ini, dapat disimpulkan kalau mereka ini tidak memiliki ciri khusus, dan tidak bisa diprediksi. Dan yg barusan memperlihatkan 'barang'nya ke Saya itu anak muda loh. Kira kira seumur Saya, dan tampan. Sayang sekali yah...
Tips dari Saya, jika tiba-tiba sewaktu Anda berjalan sendirian dan secara tidak sengaja bertemu seseorang yg tiba tiba memamerkan 'barang'nya, hal yg harus Anda lakukan adalah teriak aja sekenceng kencengnya. Kemungkinan besar mereka akan panik. Mudah mudahan karena panik dan tergesa gesa nutup resleting celananya, 'barang'nya kejepit.
Sekian laporan dari Saya, selamat malam, salam olahraga..
Jumat, 17 Juni 2011
Terbunuh Rindu
Hei Kamu...
Apa yg Kau sembunyikan di belakangku?? Apa yg Kau janjikan pada hatiku?? Bahkan, Dia masih saja terus merinduimu
Aku benci saat harus mengingatmu, saat kau muncul dan menjelajahi setiap labirin di otakku
Cukup Kau tau, Aku muak padamu!! Silabus hatiku hanya dipenuhi oleh namamu...
Aku tak bisa lagi menyeru... AKU LUMPUH!!! Terkepung oleh rindu
Haruskah aku yg mengarah kepadamu, hanya untuk memetamorfosiskan seonggok rindu, agar dia terbang dan tak menghantuiku??
Senin, 13 Juni 2011
Surat Untuk Kalian, Sumber Kasih Sayang
Pak.. Buk..
Sekarang Saya baik baik saja. Lebih baik, malah. Saya sehat. Saya bahagia. Maaf kalau Saya jarang memberi kabar. Maaf kalau Saya malas menelepon kalau tidak Ibu yg menelepon duluan. Saya cuma tidak ingin terlihat manja dimata Kalian. Saya tidak ingin Kalian tahu kalau Saya meneteskan air mata saat di akhir telepon, Ibu selalu bilang "yang kuat ya, Dek". Apakah Saya terlihat lemah?? Ya, Saya tak pandai berpura pura di depan Kalian.
Pak.. Buk..
Sedang apa Kalian?? Biar Saya tebak. Kalian pasti sedang di ruang tengah, menonton sinetron alay, dan sibuk berkomentar. Ah.. Saya rindu. Sangat. Saya ingin berada disitu, tidur di tengah tengah kalian. Sesekali iseng mengganti channel TV, dan Bapak akan sangat marah kepada Saya. Saya rindu amarah Kalian. Sangat.
Pak.. Buk..
Mungkin saat ini Saya sedang diberi hukuman. Dulu, selama Saya berada dekat Kalian, Saya terlalu sibuk dengan dunia Saya. Justru Saya sibuk mengirimkan sms ke pacar "sudah makan??" dan tanpa pernah perduli apakah Kalian di luar sana sudah menyuapkan nasi ke mulut Kalian. Dulu, bibir lebih banyak mengucap "sayang" ke pacar, sedangkan menyapa Kalian pun sepertinya Saya enggan.
Pak.. Buk..
Pak.. Buk..
Dulu hubungan Kita buruk. Amat buruk. Saya lebih senang menghabiskan waktu, berbagi cerita kepada teman teman, daripada dengan Kalian. Tanpa Saya sadari, bahwa Kalianlah teman terbaik, tempat berbagi yg paling baik.
Pak.. Buk..
Memang ini terdengar klise. Tapi ini tulus. Saya merindukan Kalian. Saya merindukan ketika Ibu mengompres kepala Saya saat Saya demam, dan Saya juga merindukan ketika keluar kampus, Saya melihat Bapak di ujung sana telah siap menjemput Saya.
Pak.. Buk..
Terimakasih. Do'a Kalian adalah suplemen bagi Saya. Senyum Kalian adalah Nyawa Saya. Sekali lagi, Saya baik baik saja.
Sembah Sujud,
Anakmu Sing Ayu Dewe
Langganan:
Postingan (Atom)