Senin, 11 Juni 2012

KITA - DIA

Dulu, cinta Kita buta. Lalu Dia memberikanmu kacamata

Ketika cintaku menjelma mendung, Dia menawarkanmu sebuah payung

Saat Aku mengalungkanmu intan, mengapa justru matanya yang menangkap kilauan?

Begitu Kau menyukai caraku menuliskan puisi, sedangkan Dia bilang mencintaimu tanpa spasi

Kita selalu menyatu dalam titik-titik hujan, namun sekejap Dia memisahkan dengan genangan

Pertemuan-pertemuan yang Kita jalin pada kebun mawar, tanpa disadari diam-diam Dia menjelma duri pada bunga yang baru mekar

Baru saja Kita menikmati gugusan bintang, Dia hadir membawa cahaya bulan yang jauh lebih terang

Kau tahu, Aku mencintaimu tanpa jeda, lalu Dia berjanji menghujanimu jutaan cinta tanpa reda

Kisah yang Kita hidupkan pada ratusan malam, akhirnya mati mengenaskan sebab ditusuknya dengan jarum jam

Aku merindukanmu seperti langit senja, namun ternyata Dia tlah membawamu sampai pada garis cakrawala

Tidak ada komentar:

Posting Komentar